Abdul Chadjib Halik, SE, MM

· Amil · Auditor · Asesor · Peneliti · Penulis · Pendidik

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok (STIEH)

Abdul Chadjib Halik adalah Amil Senior, praktisi zakat, Kepala Satuan Internal Audit (KSIA) Baitul Maal Hidayatullah (BMH), peneliti, penulis, auditor, asesor kompetensi, dan pembelajar sepanjang hayat.

Selama lebih dari 24 tahun, ia mengabdikan diri dalam pengelolaan zakat dan filantropi Islam, dengan pengalaman di bidang tata kelola kelembagaan, akuntansi zakat, audit internal, pengembangan organisasi, ekonomi Islam, dan penguatan sumber daya manusia.

Selengkapnya
Ekonomi ManajemenEkonomi SyariahEkonomi IslamManajemen ZISWAF

Tulisan Terbaru

Semua tulisan
Trilogi Refleksi Kemerdekaan (Part-3/3 – Tamat) “Setelah Merdeka, Kita Mau Jadi Apa?”
TulisanCatatan

Trilogi Refleksi Kemerdekaan (Part-3/3 – Tamat) “Setelah Merdeka, Kita Mau Jadi Apa?”

20 Agustus 2026

Tulisan ini merupakan refleksi mendalam mengenai makna kemerdekaan yang dipandang sebagai sebuah amanah berkelanjutan bagi generasi masa kini. Penulis menegaskan bahwa kebebasan yang dinikmati saat ini adalah hasil pengorbanan pahlawan yang harus dijaga melalui integritas, keadilan, dan tanggung jawab moral. Fokus utama teks ini adalah ajakan untuk berhenti terjebak dalam perdebatan masa lalu dan mulai melakukan audit diri demi memperbaiki kualitas bangsa. Kemerdekaan sejati digambarkan sebagai perjuangan melawan korupsi, kebodohan, dan sikap apatis dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya, sumber ini mengingatkan bahwa setiap individu memegang tongkat estafet untuk mewariskan Indonesia yang lebih baik kepada generasi mendatang.

Baca selengkapnya
Trilogi Refleksi Kemerdekaan (Part-2/3) “Tujuh Kata Yang Mengubah Arah Sejarah”
TulisanCatatan

Trilogi Refleksi Kemerdekaan (Part-2/3) “Tujuh Kata Yang Mengubah Arah Sejarah”

19 Agustus 2026

Teks ini merupakan refleksi mendalam mengenai peristiwa bersejarah pada 18 Agustus 1945, saat para pendiri bangsa melakukan kompromi krusial terkait penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan Indonesia. Penulis menekankan bahwa perubahan rumusan sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa bukanlah kekalahan politik, melainkan sebuah seni menjaga kemaslahatan yang lebih besar di tengah keberagaman etnis dan agama. Sumber ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar menghakimi masa lalu dengan perspektif modern, melainkan memahami konteks darurat dan kerendahan hati para tokoh bangsa dalam mencari titik temu. Sejarah ini dipandang sebagai pelajaran berharga tentang kedewasaan berpolitik di mana persatuan lahir dari kesediaan untuk saling mendengar dan mengalah. Akhirnya, narasi ini menantang generasi masa kini untuk mengisi kemerdekaan dengan integritas dan karakter, bukan sekadar terjebak dalam perdebatan identitas yang memecah belah. Kesimpulannya, Indonesia adalah sebuah amanah berkelanjutan yang harus terus dirawat melalui nilai-nilai keadilan dan persaudaraan oleh setiap generasi.

Baca selengkapnya
Trilogi Refleksi Kemerdekaan (Part-1/3) “Kita Menikmati Kemerdekaan, Mereka Membayarnya”
TulisanCatatan

Trilogi Refleksi Kemerdekaan (Part-1/3) “Kita Menikmati Kemerdekaan, Mereka Membayarnya”

18 Agustus 2026

Kemerdekaan yang Kita Nikmati, Mereka yang Membayar Harganya Setiap bulan Agustus, Indonesia mendadak bersalin rupa menjadi merah putih. Bendera berkibar di depan rumah, umbul-umbul melintang di gang-gang sempit, dan lagu perjuangan bergaung dari pengeras suara masjid hingga lapangan kampung. Para pejabat tampil anggun dengan pakaian adat, sementara linimasa media sosial penuh dengan ucapan selamat yang seragam. Namun, begitu gegap gempita itu usai, kita segera kembali pada ritme hidup yang monoton. Kita berangkat bekerja, anak-anak pergi sekolah, dan sebagian dari kita mungkin sibuk memesan makanan lewat aplikasi karena belum sempat memasak. Bagi generasi yang lahir setelah dentum meriam reda, kemerdekaan sering kali terasa seperti "udara". Ia ada setiap hari, dihirup tanpa sadar, dan karena kehadirannya yang konstan, kita sering lupa betapa mahal harganya. Kita menerima Indonesia yang sudah merdeka sebagai sebuah kepastian, bukan sebagai hasil dari sebuah transaksi berdarah yang tagihannya sudah dilunasi oleh orang lain.

Baca selengkapnya
Hari Ini Kami Belajar Menjadi Orang Tua LagiFacebookVideo
TulisanMedia

Hari Ini Kami Belajar Menjadi Orang Tua Lagi

12 Agustus 2026

Hari Ini Kami Belajar Menjadi Orang Tua Lagi "Keluarga Sehidup Sesurga." Sebuah tema yang sederhana terdengar di telinga, tetapi sesungguhnya mengandung cita-cita yang sangat besar. Sebab tidak ada keluarga yang benar-benar berhasil jika hanya mampu hidup bersama di dunia, tetapi gagal saling menggenggam tangan menuju surga Allah.. Ahad, 19 Juli 2026

Baca selengkapnya

Publikasi Ilmiah

Semua publikasi
PublikasiEkonomi Islam

Blockchain dan Keuangan Sosial Islam: Merevolusi Zakat dan Wakaf untuk Distribusi Kesejahteraan Sosial yang Lebih Transparan

Abdul Chadjib Halik, Idris Parakkasi, Rika Dwi Ayu Parmitasari

J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah · Vol. 4, No. 3 · hlm. 575-584 · 2025

Teknologi blockchain telah muncul sebagai alat transformasi dalam tata kelola zakat dan wakaf, mengatasi berbagai masalah yang telah lama ada seperti transparansi, efisiensi, dan kepercayaan publik. Penelitian ini mengkaji implementasi blockchain dalam pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia, dengan fokus pada penerapannya oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH), salah satu Lembaga Amil Zakat Nasional yang mempelopori penggunaan teknologi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana blockchain dapat merevolusi tata kelola filantropi Islam, meningkatkan kepercayaan dan akuntabilitas sambil tetap sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan studi kasus dan tinjauan literatur untuk menganalisis dampak blockchain terhadap transparansi operasional, pelacakan transaksi, dan kepercayaan muzakki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain secara signifikan meningkatkan pemantauan real-time, pencatatan transaksi yang aman, serta kepercayaan publik terhadap sistem pengelolaan zakat. Selain itu, lembaga yang memanfaatkan blockchain melaporkan peningkatan efisiensi operasional dan keterlibatan para pemangku kepentingan, terutama dalam mempercepat distribusi dana yang akuntabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa blockchain memiliki potensi besar untuk memodernisasi pengelolaan zakat dan wakaf. Namun, tantangan dalam literasi teknologi dan integrasi antar-lembaga masih perlu diatasi. Disarankan agar lembaga zakat bekerja sama dengan pengembang blockchain untuk menyempurnakan aplikasi teknologi ini dan memperluas manfaatnya. Penelitian ini menyoroti blockchain sebagai inovasi krusial dalam filantropi Islam, memperkuat relevansinya secara global dan memastikan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan

Baca selengkapnya
PublikasiEkonomi Islam

Transforming Society Through Zakat: Economic Empowerment, Poverty Alleviation, and SDGs Achievement in Indonesia –a Case Study of Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

Abdul Chadjib Halik, Jamaluddin Madjid, Amiruddin K

J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah · Vol. 4, No. 3 · hlm. 549-567 · 2025

This study examines the impact of zakat programs managed by the National Amil Zakat Institution Baitul Maal Hidayatullah (BMH) on achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. Using a qualitative approach involving in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, the research found that BMH's zakat programs significantly contribute to poverty alleviation (SDG 1), enhancing access to quality education (SDG 4), empowering community economies (SDG 8), and reducing social and economic inequalities (SDG 10). Zakat funds are utilized to meet basic needs, provide educational scholarships, and support micro-enterprises, collectively improving the welfare and self-reliance of zakat recipients. These findings reinforce the theory that zakat can serve as a social safety net and economic development catalyst, highlighting the importance of transparency and accountability in zakat management. However, this study is limited by a small sample size and subjective data from interviews. Future research should adopt a broader sample, integrate quantitative and qualitative methods, and explore other zakat programs. These findings have profound practical and policy implications, supporting zakat programs as strategic tools in national development and achieving the SDGs in Indonesia

Baca selengkapnya
PublikasiEkonomi Islam

Integrasi Kaidah Fiqh dan Standar Produksi Halal Dalam Bisnis Kuliner: Studi Kasus Pada Hosen's Culinary Di Indonesia

Abdul Chadjib Halik, Nasrullah Bin Sapa, Cut Muthiadin

PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora · Vol. 4, No. 3 · hlm. 3763-3771 · 2025

Industri kuliner halal di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat, seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Hosen’s Culinary, yang terletak di Jakarta, menjadi salah satu contoh usaha kuliner yang menerapkan prinsip halal secara konsisten. Meskipun demikian, tantangan besar tetap ada, seperti ketersediaan bahan baku halal, biaya sertifikasi, dan edukasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Jaminan Produk Halal (SJPH) pada Hosen’s Culinary dan mengevaluasi tantangan serta peluang yang dihadapi oleh UKM kuliner dalam menerapkan prinsip syariah di industri kuliner. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus diterapkan pada Hosen’s Culinary melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk menggali penerapan kaidah fiqih dalam proses produksi, pemilihan bahan baku, serta pelatihan internal yang dilakukan oleh tim manajemen halal. Temuan menunjukkan bahwa Hosen’s Culinary telah memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh lembaga pemeriksa halal, LPH Hidayatullah, dengan sistem yang terorganisir mulai dari pemilihan bahan baku, prosedur produksi, hingga pemantauan dan evaluasi internal. Namun, tantangan utama terletak pada keterbatasan bahan baku halal lokal dan biaya sertifikasi. Peluang terdapat dalam peningkatan fasilitas ramah Muslim dan edukasi konsumen mengenai pentingnya jaminan halal. Hosen’s Culinary berhasil mengintegrasikan prinsip syariah dalam setiap aspek operasionalnya, meskipun dihadapkan pada tantangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Rekomendasi yang diajukan termasuk kolaborasi dengan lembaga sertifikasi halal dan penyediaan bahan baku halal lokal untuk mendukung keberlanjutan usaha. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik halal di sektor kuliner Indonesia, serta menawarkan solusi praktis bagi UKM dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang dalam bisnis kuliner halal

Baca selengkapnya
PublikasiEkonomi Islam

Efektivitas Sertifikasi Halal Dalam Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Dan Optimasi Rantai Pasok

Abdul Chadjib Halik, Siradjuddin Siradjuddin, Mukhtar Lutfi

PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora · Vol. 4, No. 3 · hlm. 3772-3780 · 2025

Sertifikasi halal menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan konsumen serta meningkatkan efisiensi rantai pasok dalam industri halal global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sertifikasi halal terhadap kepercayaan konsumen dan efisiensi rantai pasok, serta untuk menawarkan solusi inovatif guna meningkatkan kualitas sistem sertifikasi halal. Dengan pendekatan kualitatif eksploratif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan konsumen, produsen, dan lembaga sertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal secara signifikan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk, serta mendorong efisiensi dalam rantai pasok melalui transparansi dan kontrol kualitas yang lebih baik. Namun, terdapat tantangan dalam hal perbedaan standar internasional dan proses sertifikasi yang memakan waktu. Penelitian ini menyarankan penggunaan teknologi seperti blockchain untuk meningkatkan transparansi dan mempercepat proses sertifikasi. Kesimpulannya, sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai pengakuan syariah, tetapi juga sebagai alat strategis yang mempengaruhi keberhasilan pasar halal global. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi untuk harmonisasi standar internasional dan integrasi teknologi canggih dalam sistem sertifikasi halal.

Baca selengkapnya

Jelajah Rubrik

Semua rubrik

Ilmu yang tidak diamalkan akan kehilangan makna. Amal yang tidak dibangun di atas ilmu akan kehilangan arah. Website ini adalah ruang belajar, berbagi, dan bertumbuh — menghubungkan amanah, hikmah dalam ikhtiar menghadirkan manfaat bagi umat.

Amanah · Cendekia · Hikmah