Abdul Chadjib Halik, Siradjuddin Siradjuddin, Mukhtar Lutfi
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora · Vol. 4, No. 3 · hlm. 3772-3780 · 2025
Sertifikasi halal menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan konsumen serta meningkatkan efisiensi rantai pasok dalam industri halal global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sertifikasi halal terhadap kepercayaan konsumen dan efisiensi rantai pasok, serta untuk menawarkan solusi inovatif guna meningkatkan kualitas sistem sertifikasi halal. Dengan pendekatan kualitatif eksploratif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan konsumen, produsen, dan lembaga sertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi halal secara signifikan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk, serta mendorong efisiensi dalam rantai pasok melalui transparansi dan kontrol kualitas yang lebih baik. Namun, terdapat tantangan dalam hal perbedaan standar internasional dan proses sertifikasi yang memakan waktu. Penelitian ini menyarankan penggunaan teknologi seperti blockchain untuk meningkatkan transparansi dan mempercepat proses sertifikasi. Kesimpulannya, sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai pengakuan syariah, tetapi juga sebagai alat strategis yang mempengaruhi keberhasilan pasar halal global. Implikasi praktisnya mencakup rekomendasi untuk harmonisasi standar internasional dan integrasi teknologi canggih dalam sistem sertifikasi halal.
Baca selengkapnya →Abdul Chadjib Halik, Nasrullah Bin Sapa, Cut Muthiadin
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora · Vol. 4, No. 3 · hlm. 3763-3771 · 2025
Industri kuliner halal di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat, seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Hosen’s Culinary, yang terletak di Jakarta, menjadi salah satu contoh usaha kuliner yang menerapkan prinsip halal secara konsisten. Meskipun demikian, tantangan besar tetap ada, seperti ketersediaan bahan baku halal, biaya sertifikasi, dan edukasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Jaminan Produk Halal (SJPH) pada Hosen’s Culinary dan mengevaluasi tantangan serta peluang yang dihadapi oleh UKM kuliner dalam menerapkan prinsip syariah di industri kuliner. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus diterapkan pada Hosen’s Culinary melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk menggali penerapan kaidah fiqih dalam proses produksi, pemilihan bahan baku, serta pelatihan internal yang dilakukan oleh tim manajemen halal. Temuan menunjukkan bahwa Hosen’s Culinary telah memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh lembaga pemeriksa halal, LPH Hidayatullah, dengan sistem yang terorganisir mulai dari pemilihan bahan baku, prosedur produksi, hingga pemantauan dan evaluasi internal. Namun, tantangan utama terletak pada keterbatasan bahan baku halal lokal dan biaya sertifikasi. Peluang terdapat dalam peningkatan fasilitas ramah Muslim dan edukasi konsumen mengenai pentingnya jaminan halal. Hosen’s Culinary berhasil mengintegrasikan prinsip syariah dalam setiap aspek operasionalnya, meskipun dihadapkan pada tantangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Rekomendasi yang diajukan termasuk kolaborasi dengan lembaga sertifikasi halal dan penyediaan bahan baku halal lokal untuk mendukung keberlanjutan usaha. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik halal di sektor kuliner Indonesia, serta menawarkan solusi praktis bagi UKM dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang dalam bisnis kuliner halal
Baca selengkapnya →Abdul Chadjib Halik, Nasrullah Bin Sapa, Rahman Ambo Masse
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah · Vol. 3, No. 5 · hlm. 5102-5110 · 2024
The Islamic finance industry has grown significantly, emphasizing the need for a profound understanding of Mudharabah practices to foster innovation and competitiveness. This qualitative study explores the understanding, barriers, and innovation potential of Mudharabah within Indonesia's Islamic banking sector. Using a descriptive research design, ten respondents from various positions in Islamic banks were interviewed via purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and document analysis. Most respondents strongly grasped Mudharabah's fundamental concepts but encountered challenges in technical implementation and regulatory comprehension. Major barriers included regulatory complexity, public awareness, Shariah risk management, and operational infrastructure limitations. Potential innovations identified include blockchain technology, digital risk management, technology-driven products, and data-centric approaches. Implementing these innovations could enhance Islamic financial institutions' efficiency, transparency, and competitiveness. The study underscores the importance of intensive training, regulatory reforms, and collaborative efforts among institutions to support the Islamic finance industry's growth. This research aims to advance understanding of Mudharabah practices and catalyze the development of innovative, market-relevant Islamic financial products.
Baca selengkapnya →