#perjuangan

1 karya

TulisanCatatan

Trilogi Refleksi Kemerdekaan (Part-1/3) “Kita Menikmati Kemerdekaan, Mereka Membayarnya”

18 Agustus 2026

Kemerdekaan yang Kita Nikmati, Mereka yang Membayar Harganya Setiap bulan Agustus, Indonesia mendadak bersalin rupa menjadi merah putih. Bendera berkibar di depan rumah, umbul-umbul melintang di gang-gang sempit, dan lagu perjuangan bergaung dari pengeras suara masjid hingga lapangan kampung. Para pejabat tampil anggun dengan pakaian adat, sementara linimasa media sosial penuh dengan ucapan selamat yang seragam. Namun, begitu gegap gempita itu usai, kita segera kembali pada ritme hidup yang monoton. Kita berangkat bekerja, anak-anak pergi sekolah, dan sebagian dari kita mungkin sibuk memesan makanan lewat aplikasi karena belum sempat memasak. Bagi generasi yang lahir setelah dentum meriam reda, kemerdekaan sering kali terasa seperti "udara". Ia ada setiap hari, dihirup tanpa sadar, dan karena kehadirannya yang konstan, kita sering lupa betapa mahal harganya. Kita menerima Indonesia yang sudah merdeka sebagai sebuah kepastian, bukan sebagai hasil dari sebuah transaksi berdarah yang tagihannya sudah dilunasi oleh orang lain.

Baca selengkapnya