Mewujudkan Etos Kerja Islami: Implementasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Budaya Organisasi Modern
Abdul Chadjib Halik, Achmad Abubakar, Muhammad Irham
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah · Vol. 3, No. 5 · hlm. 5148-5160 · 2024 4× dibaca
DOI: 10.56799/jceki.v3i5.5061
Abstrak
Penelitian ini mengeksplorasi implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam budaya organisasi modern untuk mempromosikan etos kerja Islami. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab sosial, dan penghargaan terhadap karyawan diterapkan dan tercermin dalam kebijakan serta praktik kerja organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 20 responden dari berbagai sektor industri. Temuan utama menunjukkan bahwa organisasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an cenderung memiliki lingkungan kerja yang lebih berintegritas, adil, dan berorientasi pada kebaikan sosial. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya adaptasi nilai-nilai agama dalam konteks modern untuk memperkuat budaya organisasi yang harmonis dan produktif. Rekomendasi praktis disarankan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Al-Qur'an melalui pelatihan karyawan dan pengembangan kebijakan yang mendukung nilai-nilai tersebut. Studi ini memberikan kontribusi pada literatur mengenai manajemen organisasi yang berbasis nilai-nilai moral dan spiritual, serta memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
Publikasi Terkait
Blockchain dan Keuangan Sosial Islam: Merevolusi Zakat dan Wakaf untuk Distribusi Kesejahteraan Sosial yang Lebih Transparan
J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah · Vol. 4, No. 3 · hlm. 575-584 · 2025
Teknologi blockchain telah muncul sebagai alat transformasi dalam tata kelola zakat dan wakaf, mengatasi berbagai masalah yang telah lama ada seperti transparansi, efisiensi, dan kepercayaan publik. Penelitian ini mengkaji implementasi blockchain dalam pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia, dengan fokus pada penerapannya oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH), salah satu Lembaga Amil Zakat Nasional yang mempelopori penggunaan teknologi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana blockchain dapat merevolusi tata kelola filantropi Islam, meningkatkan kepercayaan dan akuntabilitas sambil tetap sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan studi kasus dan tinjauan literatur untuk menganalisis dampak blockchain terhadap transparansi operasional, pelacakan transaksi, dan kepercayaan muzakki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain secara signifikan meningkatkan pemantauan real-time, pencatatan transaksi yang aman, serta kepercayaan publik terhadap sistem pengelolaan zakat. Selain itu, lembaga yang memanfaatkan blockchain melaporkan peningkatan efisiensi operasional dan keterlibatan para pemangku kepentingan, terutama dalam mempercepat distribusi dana yang akuntabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa blockchain memiliki potensi besar untuk memodernisasi pengelolaan zakat dan wakaf. Namun, tantangan dalam literasi teknologi dan integrasi antar-lembaga masih perlu diatasi. Disarankan agar lembaga zakat bekerja sama dengan pengembang blockchain untuk menyempurnakan aplikasi teknologi ini dan memperluas manfaatnya. Penelitian ini menyoroti blockchain sebagai inovasi krusial dalam filantropi Islam, memperkuat relevansinya secara global dan memastikan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan
Baca selengkapnya →Integrasi Kaidah Fiqh dan Standar Produksi Halal Dalam Bisnis Kuliner: Studi Kasus Pada Hosen's Culinary Di Indonesia
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora · Vol. 4, No. 3 · hlm. 3763-3771 · 2025
Industri kuliner halal di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat, seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya produk yang sesuai dengan prinsip syariah. Hosen’s Culinary, yang terletak di Jakarta, menjadi salah satu contoh usaha kuliner yang menerapkan prinsip halal secara konsisten. Meskipun demikian, tantangan besar tetap ada, seperti ketersediaan bahan baku halal, biaya sertifikasi, dan edukasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Jaminan Produk Halal (SJPH) pada Hosen’s Culinary dan mengevaluasi tantangan serta peluang yang dihadapi oleh UKM kuliner dalam menerapkan prinsip syariah di industri kuliner. Pendekatan kualitatif dengan studi kasus diterapkan pada Hosen’s Culinary melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk menggali penerapan kaidah fiqih dalam proses produksi, pemilihan bahan baku, serta pelatihan internal yang dilakukan oleh tim manajemen halal. Temuan menunjukkan bahwa Hosen’s Culinary telah memenuhi standar halal yang ditetapkan oleh lembaga pemeriksa halal, LPH Hidayatullah, dengan sistem yang terorganisir mulai dari pemilihan bahan baku, prosedur produksi, hingga pemantauan dan evaluasi internal. Namun, tantangan utama terletak pada keterbatasan bahan baku halal lokal dan biaya sertifikasi. Peluang terdapat dalam peningkatan fasilitas ramah Muslim dan edukasi konsumen mengenai pentingnya jaminan halal. Hosen’s Culinary berhasil mengintegrasikan prinsip syariah dalam setiap aspek operasionalnya, meskipun dihadapkan pada tantangan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Rekomendasi yang diajukan termasuk kolaborasi dengan lembaga sertifikasi halal dan penyediaan bahan baku halal lokal untuk mendukung keberlanjutan usaha. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik halal di sektor kuliner Indonesia, serta menawarkan solusi praktis bagi UKM dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang dalam bisnis kuliner halal
Baca selengkapnya →Transforming Society Through Zakat: Economic Empowerment, Poverty Alleviation, and SDGs Achievement in Indonesia –a Case Study of Baitul Maal Hidayatullah (BMH)
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah · Vol. 4, No. 3 · hlm. 549-567 · 2025
This study examines the impact of zakat programs managed by the National Amil Zakat Institution Baitul Maal Hidayatullah (BMH) on achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. Using a qualitative approach involving in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, the research found that BMH's zakat programs significantly contribute to poverty alleviation (SDG 1), enhancing access to quality education (SDG 4), empowering community economies (SDG 8), and reducing social and economic inequalities (SDG 10). Zakat funds are utilized to meet basic needs, provide educational scholarships, and support micro-enterprises, collectively improving the welfare and self-reliance of zakat recipients. These findings reinforce the theory that zakat can serve as a social safety net and economic development catalyst, highlighting the importance of transparency and accountability in zakat management. However, this study is limited by a small sample size and subjective data from interviews. Future research should adopt a broader sample, integrate quantitative and qualitative methods, and explore other zakat programs. These findings have profound practical and policy implications, supporting zakat programs as strategic tools in national development and achieving the SDGs in Indonesia
Baca selengkapnya →